Festival Lasem

Penulis mOe | | 06.48

Ribuan Warga Saksikan Arak-arakan Cap Go Meh
Dalam Guyuran Hujan Lebat

LASEM - Hujan lebat yang mengguyur Lasem tidak menyurutkan seribuan orang dari sejumlah daerah untuk menyaksikan kemeriahan arak-arakan Cap Go Meh 2560 yang digelar Yayasan Tri Murti Lasem kemarin pagi. Dalam kondisi basah kuyup, ribuan orang itu berdiri di sejumlah ruas jalan protokol dengan sabar menyaksikan satu per satu kio

(joli, RED) Kong Co dan Mak Co, liong samsi dan barongsai serta kesenian Reog yang berasal dari klenteng Lasem, Rembang dan Jepara.

Prosesi arak-arakan sepanjang tak kurang setengah kilometer dimulai dari Klenteng Cu An Kiong Dasun Desa Soditan pada pukul 09:00. Rombongan arak-arakan yang terbagi dalam 33 kelompok itu kemudian bergerak ke selatan menuju jalan pantai utara (pantura). Ketika arak-arakan yang diawali Teng Lo Leng Mak Co Thian Siang Sing Bio itu mencapai pantura, arus kendaraan macet total sejauh satu kilometer selama setengah jam. Satu pleton aparat Polres Rembang yang mengawal prosesi terpaksa harus melakukan buka tutup untuk mengurai kemacetan jalur pantura.
Arak-arakan kemudian berbelok ke utara menyusuri jalan protokol Desa Gedongmulyo dan Dorokandang. Di dua desa yang terkenal dengan produksi batik, rombongan barongsai beberapa kali memakan umpan angpau

yang ditancapkan di pintu rumah. Heryadi, salah seorang warga setiap Cap Go Meh selalu memasang angpau di depan rumah untuk disantap rombongan barongsai. ''

Selain untuk berbagi rejeki, dengan memasang angpau di depan pintu kami berharap kemudahan segala urusan pada satu tahun kedepan
,'' tambahnya.
Dari Dorokandang, rombongan arak-arakan kembali ke jalur pantura depan terminal Lasem ke arah timur menuju Desa Babagan. Rombongan sempat bertamu di Klenteng Gie Yong Bio dan Klenteng Poo An Bio Desa Karangturi sebelum kembali lagi ke klenteng Cu An Kiong Dasun pada sekitar pukul 14:00.
Tidak Istirahat
Sie Hoo Tjiauw, pengurus Kelenteng Gie Yong Bio menuturkan dalam arak-arakan Cap Go Meh tidak dikenal istilah istirahat. Dia mengatakan meski hujan lebat atau panas terik, arak-arakan harus terus berjalan tanpa henti. ''Hujan lebat saat arak-arakan Cap Go Meh justru menjadi pertanda yang bagus. Karena kami percaya, hujan pada saat Imlek ataupun Cap Go Meh merupakan pertanda akan datangnya rejeki yang berlimpah dari Thian,'' katanya.
Ir. Rudi Hartono sekretaris panitia kirab mengutarakan arak-arakan kemarin merupakan salah satu wujud rasa syukur umat Tri Dharma atas datangnya Imlek dan Cap Go Meh. Dia juga mengatakan dengan arak-arakan itu, diharapkan berbagai ancaman roh jahat yang menimbulkan berbagai penderitaan bagi warga Kabupaten Rembang bisa sirna. '' Dengan arak-arakan ini, kami berharap berkah dan kemakmuran akan mengucur deras bagi warga Kabupaten Rembang dan bangsa Indonesia,'' ujarnya. (H19)

pernah dimuat di Suara Merdeka Suara Muria 9 Februari 2009

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar